Wakil Bupati Barito Selatan Hadiri Gerakan Pangan Murah dan Penyerahan Bantuan Ternak Babi di Desa Ugang Sayu

Desa Ugang Sayu, Kabupaten Barito Selatan, menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkai dengan Penyerahan Bantuan Ternak Babi pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Gerakan Pangan Murah diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi di daerah. Berbagai komoditas pangan strategis disediakan dengan harga subsidi sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Desa Ugang Sayu dan sekitarnya.

Selain GPM, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan ternak babi kepada kelompok masyarakat, sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan berbasis potensi desa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan serta mendukung peningkatan gizi keluarga.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barito Selatan menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga dalam mendorong sektor peternakan rakyat agar terus berkembang. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal dan bertanggung jawab.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat desa.

Gerakan Pangan Murah dan Panen Perdana Jagung Hibrida di Desa Malungai Raya: Wujud Komitmen Menekan Inflasi dan Menguatkan Ketahanan Pangan Daerah

Pada 19 November 2025, Desa Malungai Raya menjadi tempat penyelenggaraan dua agenda penting yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Panen Perdana Jagung Hibrida. Kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, petani, serta mitra pembangunan daerah dalam upaya mewujudkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang merata di seluruh wilayah.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga telah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan pangan cenderung meningkat. Kehadiran berbagai instansi, pelaku usaha pangan, serta panitia lokal turut memperlancar distribusi sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan tertib dan nyaman.

Pada rangkaian kegiatan yang sama, dilaksanakan pula Panen Perdana Jagung Hibrida, yang menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian Desa Malungai Raya. Panen ini merupakan hasil kerja keras para petani dalam menerapkan teknologi budidaya jagung hibrida sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. Dengan varietas jagung unggul dan metode tanam yang lebih efisien, petani berhasil memperoleh hasil yang memuaskan serta menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi jagung yang berdaya saing.

Momentum panen perdana ini juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan langsung kepada kelompok tani dalam bentuk pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga rencana pengembangan kawasan pertanian jagung berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi petani lain di wilayah sekitar untuk terus meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan teknologi budidaya modern.

Melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah dan Panen Perdana Jagung Hibrida, pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan, memperkuat kemandirian petani, serta membangun ketahanan pangan yang kokoh di tingkat desa. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pengendalian harga dan peningkatan produksi, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Malungai Raya untuk terus berkembang menuju desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.

Menuju Satu Data Sawit, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Barito Selatan Gelar Sosialisasi Pendataan Pekebun Sawit

Buntok, 2 Oktober 2025 – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Selatan Ida Safitri, SP., MM secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Pekebun Sawit yang digelar di Kabupaten Barito Selatan. Kegiatan ini dihadiri para kepala desa dari Sababilah, Sanggu, Pamangka, Mangaris, dan Telang Andrau, perwakilan instansi terkait, narasumber, fasilitator, petugas pendataan, serta para pekebun sawit.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ida Safitri, SP., MM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk membangun sektor perkebunan yang lebih tertib, terdata, dan berkelanjutan. Khususnya bagi pekebun rakyat yang selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, namun belum sepenuhnya tercatat dalam sistem data pembangunan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendataan pekebun sawit adalah langkah awal untuk mewujudkan Satu Data Sawit Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2023. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam perencanaan program strategis, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyaluran bantuan sarana dan prasarana, akses pembiayaan usaha tani, hingga mendorong legalitas dan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.

“Melalui pendataan yang baik, kita akan memiliki potret yang jelas mengenai siapa pekebun kita, berapa luas lahannya, bagaimana status legalitasnya, dan sejauh mana produktivitasnya,” ujarnya.

Kepala Dinas juga mengajak para pekebun untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan ini, karena data yang akurat akan sangat menentukan arah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Sementara kepada petugas pendataan, ia menekankan pentingnya bekerja secara profesional, akurat, dan jujur, serta menghindari pungutan dalam bentuk apapun.

Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari pemerintah, lembaga teknis, petugas lapangan, hingga masyarakat pekebun. Ia berharap sosialisasi ini berjalan lancar, menjadi titik awal pendataan yang menyeluruh dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi sektor perkebunan sawit rakyat di Barito Selatan.

PANEN RAYA JAGUNG, POLRES BARSEL DUKUNG SWASEMBADA PANGAN NASIONAL

Tamparak, Barito Selatan Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Selatan bersama Polres Barito Selatan bersama masyarakat dan pemerintah daerah menggelar panen raya jagung di lahan pertanian Desa Tamparak, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Rabu (25/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polri, dengan melibatkan unsur Forkopimda, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Panen raya ini dihadiri langsung oleh Kapolres Barsel AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H, yang menyampaikan komitmen institusinya dalam mendorong kemandirian pangan di wilayah hukum Polres Barsel.

“Dari sisi keamanan, kami dari Polres Barito Selatan berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan produksi pangan dan ekonomi masyarakat. Tugas POLRI tidak hanya terbatas pada Penegakan Hukum dan Pemeliharaan Kamtibmas, tetapi juga mencakup dukungan terhadap program-program strategis pemerintah, termasuk di sektor pangan, agar seluruh proses produksi pertanian mulai dari penanaman, perawatan, panen hingga distribusi dapat berlangsung aman, tertib dan lancar sesuai dengan tagline POLRI UNTUK MASYARAKAT.”” ujar Kapolres dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Barsel, Ida Safitri, SP., MM, mengapresiasi langkah Polres Barsel yang turut berperan aktif dalam sektor pertanian. “Ini adalah contoh sinergi yang sangat baik antara aparat keamanan dan masyarakat. Ketahanan pangan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Melalui panen raya ini, diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk bersama-sama memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah strategis menghadapi tantangan global, termasuk ancaman krisis pangan.

PANEN RAYA JAGUNG DI DESA NGURIT: WAKIL BUPATI TEKANKAN SINERGI UNTUK KETAHANAN PANGAN

Ngurit, Barito Selatan — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar Panen Raya Jagung Serentak Tahap II Tahun 2025 di Desa Ngurit, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kamis (5/6). Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, jajaran Polres Barito Selatan, penyuluh pertanian, serta para petani setempat.

Wakil Bupati Barito Selatan KHRISTIANTO YUDHA, ST dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petani atas kerja keras dan dedikasinya dalam membudidayakan jagung. Menurutnya, panen ini bukan hanya bukti keberhasilan para petani, tetapi juga simbol sinergi antarsektor dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.

“Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang berperan besar dalam menunjang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian yang telah menunjukkan dukungan aktif terhadap sektor pertanian. Keterlibatan aparat dalam mendukung ketahanan pangan dinilainya sebagai bentuk sinergi nyata antara sektor keamanan dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyoroti pentingnya hilirisasi hasil panen jagung dan memastikan pemasaran yang adil dan menguntungkan bagi petani. Pemerintah daerah akan terus mengawal proses ini, termasuk melalui koordinasi dengan BULOG yang diberi mandat untuk menyerap hasil panen sesuai ketentuan.

Adapun jagung yang diserap oleh BULOG harus memenuhi standar mutu tertentu, seperti kadar air maksimal 14%, bebas dari jamur, dan dalam bentuk pipilan kering. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor 18 Tahun 2025.

“Dengan adanya kebijakan ini, kita harapkan petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang stabil, terutama di tengah fluktuasi permintaan jagung pakan ternak,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen—pemerintah, TNI-Polri, hingga masyarakat—untuk terus memperkuat kolaborasi demi menciptakan sistem pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Hari ini bukan hanya perayaan panen, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam membangun masa depan pertanian kita,” pungkasnya.

Acara panen raya berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para petani dan warga setempat. Momentum ini menjadi penanda bahwa sektor pertanian di Barito Selatan terus bergerak maju dengan dukungan berbagai pihak.