Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Selatan. Momentum istimewa ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan sholat perdana di Mushola Al-Kiram Wassalam DKPP.
Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta mempererat tali silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar. Dengan diresmikannya penggunaan mushola, diharapkan dapat menjadi sarana ibadah yang membawa keberkahan serta meningkatkan nilai spiritual dalam setiap aktivitas kerja.
Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa kebaikan bagi kita semua.
Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 sekaligus menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Barito Selatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang momen hari besar keagamaan dan akhir tahun.
Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, telur, bawang merah dan bawang putih. Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya kaum ibu sebagai pengelola utama kebutuhan rumah tangga, di tengah meningkatnya permintaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Pelaksanaan GPM juga menjadi bentuk kepedulian dan apresiasi pemerintah daerah terhadap peran penting perempuan dan ibu dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Melalui momentum Hari Ibu ke-97, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesejahteraan sosial.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah disambut antusias oleh masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli dan mengendalikan inflasi daerah menjelang perayaan hari besar keagamaan nasional.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 dengan lebih tenang, aman, dan sejahtera.
Desa Ugang Sayu, Kabupaten Barito Selatan, menjadi lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dirangkai dengan Penyerahan Bantuan Ternak Babi pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Gerakan Pangan Murah diselenggarakan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi di daerah. Berbagai komoditas pangan strategis disediakan dengan harga subsidi sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Desa Ugang Sayu dan sekitarnya.
Selain GPM, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan ternak babi kepada kelompok masyarakat, sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan berbasis potensi desa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan serta mendukung peningkatan gizi keluarga.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barito Selatan menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga dalam mendorong sektor peternakan rakyat agar terus berkembang. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian pangan masyarakat desa.
Pada 19 November 2025, Desa Malungai Raya menjadi tempat penyelenggaraan dua agenda penting yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Panen Perdana Jagung Hibrida. Kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, petani, serta mitra pembangunan daerah dalam upaya mewujudkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan yang merata di seluruh wilayah.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga telah memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, gula pasir, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi pemerintah dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang akhir tahun di mana kebutuhan pangan cenderung meningkat. Kehadiran berbagai instansi, pelaku usaha pangan, serta panitia lokal turut memperlancar distribusi sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan tertib dan nyaman.
Pada rangkaian kegiatan yang sama, dilaksanakan pula Panen Perdana Jagung Hibrida, yang menjadi tonggak penting bagi sektor pertanian Desa Malungai Raya. Panen ini merupakan hasil kerja keras para petani dalam menerapkan teknologi budidaya jagung hibrida sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. Dengan varietas jagung unggul dan metode tanam yang lebih efisien, petani berhasil memperoleh hasil yang memuaskan serta menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra produksi jagung yang berdaya saing.
Momentum panen perdana ini juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan langsung kepada kelompok tani dalam bentuk pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga rencana pengembangan kawasan pertanian jagung berkelanjutan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi petani lain di wilayah sekitar untuk terus meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan teknologi budidaya modern.
Melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah dan Panen Perdana Jagung Hibrida, pemerintah daerah kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan, memperkuat kemandirian petani, serta membangun ketahanan pangan yang kokoh di tingkat desa. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pengendalian harga dan peningkatan produksi, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Malungai Raya untuk terus berkembang menuju desa yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.
Buntok, 2 Oktober 2025 – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Selatan Ida Safitri, SP., MM secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pendataan Pekebun Sawit yang digelar di Kabupaten Barito Selatan. Kegiatan ini dihadiri para kepala desa dari Sababilah, Sanggu, Pamangka, Mangaris, dan Telang Andrau, perwakilan instansi terkait, narasumber, fasilitator, petugas pendataan, serta para pekebun sawit.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ida Safitri, SP., MM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk membangun sektor perkebunan yang lebih tertib, terdata, dan berkelanjutan. Khususnya bagi pekebun rakyat yang selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, namun belum sepenuhnya tercatat dalam sistem data pembangunan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendataan pekebun sawit adalah langkah awal untuk mewujudkan Satu Data Sawit Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2023. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam perencanaan program strategis, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyaluran bantuan sarana dan prasarana, akses pembiayaan usaha tani, hingga mendorong legalitas dan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.
“Melalui pendataan yang baik, kita akan memiliki potret yang jelas mengenai siapa pekebun kita, berapa luas lahannya, bagaimana status legalitasnya, dan sejauh mana produktivitasnya,” ujarnya.
Kepala Dinas juga mengajak para pekebun untuk berpartisipasi aktif dalam pendataan ini, karena data yang akurat akan sangat menentukan arah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Sementara kepada petugas pendataan, ia menekankan pentingnya bekerja secara profesional, akurat, dan jujur, serta menghindari pungutan dalam bentuk apapun.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mulai dari pemerintah, lembaga teknis, petugas lapangan, hingga masyarakat pekebun. Ia berharap sosialisasi ini berjalan lancar, menjadi titik awal pendataan yang menyeluruh dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi sektor perkebunan sawit rakyat di Barito Selatan.